 |

Tuesday, July 05, 2005
hari minggu 3 Juli '05 sore
Kemarin sore, saya dan ibu pergi ke Giant Bekasi. Mobil saya parkirkan di tempat kosong di tempat parkir paling pojok, dan kemudian kami belanja sekitar satu jam. Setelah selesai belanja, saya baca barang-barang hasil belanjaan ke belakang mobil saya, tapi sebelumnya ada seseorang yang menegur saya. “Mas, boleh saya bicara dengan mbaknya?” Yang menegur saya adalah seorang ibu yang berada di mobil yang parkir di sebelah mobil saya. Saya yang keheranan menjawab “Ada perlu apa ya Bu?” Ibu itu menjawab “Kalau boleh, saya mau bicara dengan mbaknya. Ini saya beri kunci mobil saya kalau mas gak percaya.”
“Hah? Ada apa ini?” Saya menolak tawarannya untuk mengambil kunci mobilnya, tapi saya beritahu ibu saya bahwa ada yang ingin bicara. Kemudian untuk sekitar 20 menit, ibu saya bicara dengan Ibu itu, sedangkan saya menunggu di belakang kedua mobil. Selama itu saya hanya bisa melihat keadaan sekitar. Mobil saya dan Ibu itu sama, yaitu Kijang Inova. Bedanya mobil si Ibu ini dipenuhi oleh bermacam-macam atribut Universitas Indonesia. Ibu saya berbicara dengan ibu itu hanya melalui jendela mobilnya.
Ternyata Ibu itu ingin bercerita tentang kehidupan pribadinya, tapi tak tahu mau cerita ke siapa lagi. Ibu itu berumur sekitar 45 tahun dan menikah ke seorang duda yang berumur 70 tahun. Suami ibu ini memiliki tiga orang anak. Yang menjadi masalah menurut Ibu itu adalah anak suaminya yang kedua yang berumur sekitar 30 tahun. Anak ini baru pulang dari Jepang, dan selama di Indonesia menurutnya anak ini menyita perhatian dari suaminya. Selama anak ini berada di Indonesia, suaminya selalu memberikan perhatian penuh kepada anaknya ini. Sedangkan menurutnya dirinya sama sekali tidak mendapat perhatian. Ibu itu mengaku kabur dari keluarganya untuk menghindari pertemuan pada waktu sang anak akan kembali ke Jepang.
Ibu saya hanya bisa mendengarkan cerita ibu itu sambil diselingi dengan saran agar ibu itu tidak mengambil tindakan yang tidak diinginkan.
Hmmm… ada-ada saja kejadian yang kita alami sehari-hari.
Posted at 07:17 pm by ngumpul
Sunday, May 22, 2005
Hindari Berpakaian Ketat Saat Tidur
Pakaian tidur atau piyama hampir selalu berpotongan longgar. Hal itu memang sengaja untuk kenyamanan tidur kita. Tetapi ada alasan yang lebih ilmiah dikemukakan Dr. Maruyama dari Sapparo, Jepang. Bahkan menurutnya selagi tidur sebaiknya tidak menggunakan pakaian dalam yang biasanya ketat di badan.
Katanya, pakaian yang menekan perut atau dada, bisa menekan saraf sehingga akan memengaruhi fungsi organ yang bersangkutan. Berdasarkan eksperimen, hal itu dapat menimbulkan berbagai kelainan, seperti diare, sembelit, pusing dan gatal. Dr. Bunkichi dari Tokyo, Jepang, juga mendukung pendapat Dr. Maruyama.
Katanya, wanita yang memakai celana dalam/BH selagi tidur, apalagi secara ketat, dapat mengalami alergi saluran pernapasan, serta mengganggu kegiatan seharian. Penderita penyakit itu kian meningkat. Misalnya, jumlah penderita alergi saluran pernapasan tahun 1991 lebih banyak dari 1990. Peningkatan ini akibat pakaian dalam yang semakin ketat.
Para konsumen semakin banyak yang meminta pakaian dalam ketat terdorong oleh keinginan mereka untuk menampakkan melangsingkan tubuh. Sebagaimana diketahui, wanita yang ingin kurus lebih banyak daripada yang ingin gemuk. Ini otomatis memancing produsen untuk lebih banyak memproduksi pakaian dalam yang ketat.
Memang menurut ahli kosmetik, besarnya payudara/panggul, misalnya, dapat ditekan hingga 25% dengan pakaian dalam yang ketat. Padahal itu hanya bersifat semu. Jadi sebenarnya tidak berpengaruh terhadap kelangsingan tubuh. Malah jika tidak dinetralisir, dapat merusak garis-garis pada kulit.
Semua itu hanya propaganda produsen yang berorientasi keuntungan besar dengan memanfaatkan konsumen yang ingin berpenampilan sesuai dengan mode yang sedang ngetrend. Sebenarnya banyak ahli kedokteran yang menyarankan, agar wanita seharian tidak memakai pakaian dalam. Tapi karena tidak mungkin, apalagi menurut sebagian ahli kosmetik hal ini dapat meloyokan payudara/panggul.
Terlepas dari eksperimen itu, oleh sebagian ahli dokteran, konsep itu memang rasional. Logikanya ketika Anda menolong teman yang baru saja tenggelam, tentu pertolongan awal yang diberikan ialah membuka segala yang menjerat tubuh, termasuk pakaian dalam. Ini dimaksudkan untuk memberikan keleluasaan terhadap sistem pernapasan.
Sebenarnya dengan melepaskan pakaian dalam menjelang tidur, kita akan memperoleh keuntungan, yaitu :
1. Sirkulasi darah, termasuk di sekitar pakaian dalam, akan lebih baik, lebih lancar dan lebih sempurna.
2. Elastisitas tubuh akan lebih lentur, hingga dapat membuat tidur lebih tenang atau lebih nyenyak.
3. Kehangatan tubuh lebih alami. Kini timbul kesan, dengan pakaian dalam,kehangatan tubuh akan meningkat. Ini salah. Justru tanpa pakaian dalam, tubuh akan lebih mudah dihangatkan.
4. Kehalusan kulit akan lebih baik, meskipun dalam kapasitas sangat kecil (baru dapat dirasakan beberapa bulan kemudian). Ini karena kulit memperoleh oksigen yang lebih banyak/lebih lancar. Bagi mereka yang kurang pandai/terampil menjaga kesehatan, melepaskan pakaian dalam menjelang tidur, lebih ditekankan.
Soalnya untuk daerah tropis, seperti di Indonesia, pakaian dalam dapat dengan mudah merangsang keringat membasahi tubuh. Sedangkan jika tidak diseka menjelang tidur akan memberi kesempatan pada mikroorganisme untuk beraksi pada kulit, yang berarti dapat menimbulkan kelainan pada kulit, seperti kudis. [internet]
Posted at 06:39 pm by ngumpul
Stres Menghadapi Komputer? Jangaaaaan Lagiiiii..iii
Pernahkah kamu sewot seharian di kantor, kampus, sekolah, rumah atau kosan cuma gara-gara komputer hang? Dan keadaan itu juga yang menyebabkan kamu ga begitu suka pada perangkat elektronik canggih itu. Padahal selain untuk mengetik, komputer memiliki banyak kemampuan lain yang mempermudah pekerjaan kita sehari-hari. Jadi, harus geeemaaana neeeh? Pertama, jangan malas untuk belajar sedikit-sedikit tentang komputer. kamu ga harus ikut kursus. Hanya perlu meluangkan waktu beberapa menit untuk membaca tutorial yang sudah disediakan dalam software. Tutorial tersebut ada di dalam menu help. YaA…!!, kamu memang harus paham bahasa Inggris tentunya.
Jika kamu masih merasa hal tersebut terlalu susah, cobalah untuk ga keluar ruangan saat teman kamu yang mengerti komputer memperbaiki komputer kamu. Perhatikan pekerjaaannya dan sesekali bertanya ga akan membuat teman kamu kesal. Justru mereka akan senang hati memberi tahu cara-caranya, karena itu berarti pekerjaan mereka semakin ringan jika kamu sudah bisa mengerjakan sendiri…ya khan!
Selain mencoba mengetahui cara-cara mengoperasikan komputer dengan benar, kamu juga perlu memahami cara kerja komputer. Ada beberapa penjelasan di bawah ini yang mungkin akan membantu kamu untuk lebih memahami komputer;
1. Komputer memerlukan waktu untuk 'membaca kembali' semua file saat dinyalakan. Karena itu jangan buru-buru menekan kursor saat komputer dalam keadaan 'membaca', biasanya ditandai dengan icon jam pasir. 2. Komputer yang tersambung ke internet juga memiliki kapasitas men-download file yang berbeda-beda. Jika jaringan internet di kantor, kampus, sekolah, kosan atau rumah kamu ga terlalu bagus, jangan paksakan untuk mendownload sekaligus beberapa file dalam satu waktu. Hal itu justru ga efektif dan memperlambat kerja. Download-lah satu persatu file yang ingin kamu download. 3. Jika kantor, sekolah, rumah, kampus atau kosan kamu memiliki fasilitas network neighborhood, berarti kamu ga perlu beranjak dari meja saat mau mengambil file dari komputer teman kamu. Cukup membuka folder teman kamu, dan mengambil file yang sudah di sharing. 4. Jangan malas untuk selalu men-defrag file kamu minimal satu minggu sekali. Juga rutinlah meng-update program virus scan. Minta bantuan teman IT kamu untuk itu. 5. Menyimpan data di folder Data (D) lebih aman daripada menyimpan di System (C). Hal ini dikarenakan jika di tengah kamu mengetik, komputer tiba-tiba hang, maka tulisan kamu di System (C) akan terhapus jika komputer di restart. Sementara itu jika kamu menyimpannya di Data (D), tulisan kamu ga akan terhapus.
Selain permasalahan teknis diatas, faktor yang sering membuat kira stres adalah saat berinteraksi dengan orang menggunakan komputer/internet. Bisa saja saat chat, teman kamu lama menjawab, atau berkali-kali kamu mengirim email, relasi kamu ga merasa mendapat email dari kamu. Hal-hal semacam itu bisa saja terjadi. Dan jika kasus tersebut mengenai kamu, jangan buru-buru menuduh klien kamu berbohong atau memarahi teman kamu karena lama menjawab. Faktor koneksi yang berbeda, atau email yang bouncing bisa menyebabkan hal-hal tersebut diatas.
That’s oK!!! Jika perbanyak wawasan tentang komputer dan jangan segan untuk bertanya pada U’r friend, boy/girl friend, tetangga, bude, pade, om, tante, adik, kakak, mbah dan orang tua kamu yang mengerti tentang IT, dan jika masih saja suntuk, cobalah untuk keluar kantor sebentar. Segarkan pikiran kamu, lalu mulailah kembali bekerja dengan pikiran yang tenang. Jadi, ga ada alasan lagi untuk stres menghadapi komputer.
Posted at 06:04 pm by ngumpul
|
 |
|
|
|
 |
Add text or HTML here 
|
 |
 |
Awali hari mu dengan senyuman
|
 |
|
|